Benih Rotan Manau

Rp 80.000

Rotan adalah salah satu bahan alam yang memiliki permintaan tinggi, terutama untuk produk-produk bernilai ekonomis tinggi. Namun, saat ini semakin sulit untuk memperoleh rotan dengan diameter besar, terutama yang memiliki diameter lebih dari 2,4 cm, karena produksi hutan alam yang terus menyusut. Penebangan hutan tanpa adanya penanaman kembali menjadi salah satu faktor penyebab menipisnya persediaan rotan. Oleh karena itu, budidaya rotan menjadi solusi yang tak dapat ditawar lagi.

Budidaya rotan memiliki peran penting dalam memastikan ketersediaan rotan yang berkualitas tinggi. Dalam melakukan budidaya rotan, penting untuk memperhatikan beberapa hal. Pertama, jenis rotan yang akan dikembangkan harus disesuaikan dengan daerah endemik asal benih. Hal ini bertujuan agar pengembangan rotan tidak memerlukan uji jenis terhadap kesesuaian lahan. Beberapa jenis rotan yang banyak diminati oleh pasar adalah rotan manau (Calamus manan) dan semambu (Calamus inops) dari Sumatera dan Kalimantan. Selain itu, terdapat juga rotan seuti (Calamus ornatus) yang merupakan jenis endemik yang dapat ditemui di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan

Persiapan media Mempersiapkan media pasir, media pasir yang digunakan berasal dari pasir sungai kemudian pasir tersebut dijemur terlebih dahulu kurang lebih selama 3 hari di bawah terik matahari. Setelah pasir tersebut kering maka pasir diayak dengan tujuan agar terpisah dari kerikil. Kemudian benih direndam sesuai dengan perlakuannya. Setelah direndam sesuai dengan perlakuannya, benih siap untuk di tabur didalam bak perkecambahan.Pemeliharaan Pemeliharaan dilakukan meliputi kegiatan penyiraman dan pembersihan. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore atau menyesuaikan kondisi, sedangkan pembersihan dilakukan terhadap gulma pengganggu di sekitar benih dalam bak tabur;

Untuk pemesanan silakan hubungi untuk ketersedian benih pada contac person yang telah tersedia