Bibit Kopi Robusta

Rp 5.000

Jika bibit, lahan, dan pohon peneduhnya sudah siap, Selanjutnya memindahkan bibit yang ada di polybag ke dalam lubang tanam yang sudah disiapkan. Dalam tahap ini, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan:

  1. Jika biji yang kamu tanam adalah kopi robusta, maka gunakan jarak tanam sekitar 2,75 x 2,75 m2. Lalu untuk kopi arabika, jarak tanamnya 2 x 2,5 m2.
  2. Perhatikan ketinggian lahan yang kamu miliki. Idealnya, semakin tinggi lahan maka jarak tanamnya juga harus makin renggang. Begitupun sebaliknya, semakin rendah lahannya, semakin rapat jarak tanamnya.
  3. Pastikan lubang tanam dibuat 3-6 bulan sebelum penanaman, dan ukurannya harus 60 x 60 x 60 cm3.
  4. Saat menggali lubang tanam, tanah galian bagian atas dan bawah harus dipisahkan. Kemudian biarkan lubang tanamnya terbuka.
  5. Dua bulan sebelum bibit ditanam ke lahan, campurkan tanah bagian bawah dengan 200 gram belerang dan 200 gram kapur. Setelah itu masukkan kembali tanah ke lubang tanam.
  6. Satu bulan sebelum penanaman, tanah bagian atas dicampur dengan 20 kg pupuk kompos, lalu masukkan kembali ke lubang tanam.
  7. Ambil bibit di polybag, kemudian pangkas daunnya, sisakan ? saja untuk mengurangi penguapan.
  8. Setelah semuanya dilakukan, pindahkan bibit ke lubang tanam. Namun sebelumnya, kamu harus menggali sedikit lubang agar seluruh akar bibit bisa masuk ke dalamnya.
  9. Tutup kembali lubang supaya tanamannya berdiri dengan baik. Bila perlu, pasangkan penopang pada tanaman.
  10. Proses Penyiangan

Penyiangan atau pencabutan gulma perlu di lakukan secara teratur. Tujuannya agar tanaman kopi bisa mendapatkan makanan yang cukup dari hara dan humus yang ada di dalam tanah.

Maka dari itu, semua tanaman liar yang ada di sekitar pohon kopi harus dihilangkan dengan sempurna. Jika tidak, mereka akan merebut nutrisi yang dari humus sehingga tanaman kopi tidak bisa tumbuh dengan baik. Lakukan penyiangan setiap dua minggu sekali sampai tanaman kopi tumbuh besar.

  1. Proses Penyulaman

Dalam perawatan tanaman kopi, Gra harus melakukan proses penyulaman atau mengganti tanaman yang rusak/mati dengan yang baru. Hal ini penting supaya jumlah tanaman kopi di area tanam tetap terkontrol.

Gunakan benih kopi yang sama dengan yang sudah kamu tanam. Selama kamu melakukan perawatan secara intensif, benih yang baru bisa tumbuh lebih cepat, kok.

  1. Pemupukan

Ada dua opsi yang bisa kamu pilih dalam tahap ini. Pertama menggunakan pupuk buatan dan yang kedua menggunakan pupuk organik. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya sendiri, namun sebaiknya utamakan pupuk organik dulu.

Soalnya pupuk organik tidak mengandung bahan kimia seperti insektisida dan peptisida yang bisa membahayakan tanaman kopi. Di samping itu, kamu bisa membuat pupuk organik sendiri dengan menggunakan bahan-bahan alami yang ada di sekitar kebun kopi.

Contohnya, manfaatkan kulit buah kopi sisa pengupasan serta daun-daun dari pohon pelindung untuk diolah menjadi kompos. Pemberian pupuk ini bisa kamu kerjakan 1 – 2 tahun sekali dengan dosis 20 kilogram per tanaman.

Buatlah lubang melingkar di sekitar tanaman, kemudian masukkan kompos atau pupuk buatan ke dalamnya.

  1. Memanen Kopi

Budidaya kopi, jika semua prosesnya dilakukan secara intensif maka membuahkan hasil dalam waktu kurang dari lima tahun. Tergantung jenis kopi yang kamu tanam. Untuk kopi Arabika, buahnya akan mulai muncul pada umur 2,tahun – 3 tahun. Sedangkan Robussta pada umur 3 tahun – 4 tahun.

Setelah buahnya matang, kamu bisa mulai proses pemanenan dengan cara manual, yaitu memetik buah dari pohonnya langsung. Sayangnya, saat panen perdana, biasanya belum bisa menghasilkan dalam jumlah banyak. Tapi tanaman kopi akan terus berbuah hingga mencapai puncak produksi pada umur 7 tahun – 9 tahun.

Satu periode panen umumnya berlangsung antara 4 – 5 bulan. Dalam periode ini, pemetikan harus dilakukan sekitar 10 – 14 hari sekali sampai tanaman tidak berbuah lagi.