Bibit Rotan Manau

Rp 5.000

Cara Budidaya Tanaman Rotan dapat dilakukan pada daerah dengan kondisi tanah kering, berawa, ataupun tanah pegunungan.

Akan tetapi, tanaman rotan sangat jarang dibudidayakan pada tanah yang berkapur. Umumnya, tingkat ketinggian daerah penanaman maksimal 2900 meter di atas permukaan laut (m dpl).

Selanjutnya, untuk metode pembudidayaannya, tanaman rotan dapat dibudayakan melalui dua cara. Cara pertama dengan metode vegetatif atau memanfaatkan bagian tanaman dan dikembangkan dengan okulasi, stek, kultur jaringan, atau dengan teknik cangkok.

Sementara itu, untuk metode pembudidayaan yang lain adalah dengan metode generatif atau perbanyakan tanaman melalui biji.

Dari kedua metode tersebut, tanaman rotan lebih sering dan umum dibudidayakan menggunakan metode generatif atau biji, dibandingkan dengan metode vegetatif.

Lebih lanjut, berikut akan dijelaskan mengenai tahapan dalam teknik budidaya rotan mulai dari proses persiapan biji hingga proses pemanenan.

Penanaman Tanaman Rotan

Tanaman rotan merupakan jenis tanaman yang merambat, oleh karenanya tanaman ini membutuhkan tanaman lain sebagai media rambatnya.

Tanaman tersebut diusahakan mempunyai habitat yang sama dengan tanaman rotan, sehingga tanaman tersebut tidak perlu menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang baru.

Jenis tanaman yang biasanya digunakan adalah tanaman sempur, langsat, bungur, dan rambai. Jarak tanam pada pohon rambatan rotan ini dibuat kurang lebih 10 x 10 m dan jangan terlalu dekat supaya proses pemeliharaan tanaman rotan nantinya tidak susah.

Lakukan pembuatan lubang tanam sebanyak 2 lubang di sekitar pohon yang akan dijadikan rambatan dengan ukuran sekitar 20 x 30 x 20 cm. Kemudian, jika lahan tanam sudah disiapkan, serta pohon rambatan juga sudah ada, proses penanaman tanaman rotan dapat mulai dilakukan.

Waktu yang tepat untuk melakukan proses penanaman ini dianjurkan pada awal-awal musim penghujan pada pagi atau sore hari.

Saat memindahkan tanaman, sobek polybag dengan hati-hati agar tidak melukai akarnya. Lalu, timbun tanaman yang sudah dipindahkan hingga 2 atau 3 cm dari atas leher akar.

Jenis rotan yang berbeda juga berbeda pula jarak tanamnya. Pada jenis rotan irit, jarak tanamnya adalah sekitar 10 x 10 meter dengan isian 2-4 benih. Lalu, pada jenis rotan manau, jarak tanamnya sekitar 6 x 6 meter dengan isian tiap lubang tanam sekitar 1-2 benih.

Untuk penanaman tanaman rotan, usahkan untuk menanamnya dengan tegak lurus dengan diikatkan pada pohon rambatan rotan.

Jangan lupa untuk terlebih dulu memberikan pupuk kandang pada tanah yang digunakan untuk menimbun. Langkah ini bertujuan agar tanah bisa lebih gembur dan punya kandungan zat hara tinggi.

  1. Pemeliharaan Tanaman Rotan

Selepas tanaman rotan ditanam di lahan, tanaman tersebut tidak boleh dibiarkan begitu saja hingga proses panen tiba. Hal tersebut tentunya akan menurunkan kualitas dari tanaman rotan itu sendiri.

Oleh karena itu, dibutuhkan beberapa langkah pemeliharaan atau perawatan tanaman rotan supaya tanaman lebih sehat dan tentunya hasil budidayanya akan maksimal.

Penyiangan

Penyiangan dimaksudkan untuk membersihkan sekitar rumpun tanaman hingga selebar 1 meter. Kemudian, langkah ini juga berguna dalam membasmi tanaman pengganggu serta menebang pohon yang sudah tua di sekitar tanaman rotan.

Proses ini harus dilakukan rutin, mengingat pertumbuhan gulma juga tidak mungkin hilang begitu saja. Setidaknya lakukan penyiangan ini sekali tiap 3 bulan hingga tanaman rotan mencapai usia 3 tahun.

Penyulaman

Proses ini bertujuan untuk mengganti tanaman rotan yang mati atau tidak tumbuh dengan baik yang diperkirakan tidak akan menghasilkan hasil yang maksimal.

Penyulaman sebaiknya dilakukan pada musim penghujan dengan benih cadangan yang ada di media penyemaian.

Usahakan untuk melakukannya pada awal masa tanam, supaya tanaman yang disulam tidak ketinggalan dengan tanaman lainnya dalam hal perkembangan.

Perlindungan terhadap Hama dan Penyakit

Jenis hama yang lebih sering menyerang tanaman rotan meliputi belalang, larva kumbang, dan ulat. Selain itu, ada pula jenis jamur yang bisa menyebabkan tanaman rotan berpenyakit seperti jamur Rhizoctonia solani. Jamur ini umumnya menghinggapi bagian leher rotan.

Cara penanganan atau pengendalian hama dan jamur tadi bisa menggunakan captafol sebanyak 4,5 gram/liter atau menggunakan capan sebanyak 1,8 gram/liter

Perlindungan terhadap Kebakaran

Sebagai tanaman yang mudah menyebabkan kebakaran, upaya pencegahan perlu dilakukan dengan menerapkan pembuatan jalur kuning dan jalur hijau.

Pembuatan jalur kuning dilakukan dengan membersihkan rumput ataupun ranting-ranting yang keberadaannya bisa memudahkan api untuk merambat.

Lebar dari jalur kuning sekitar 2 meter hingga 50 meter tergantung dengan ukuran dari lahan dan pembuatannya dibuat semacam blok yang mengeliling lahan tanaman rotan.

Kami menyedikan bibit Rotan Manau  berkwalitas, tersedia kapasitas besar dan kecil