SPESIFIKASI BIBIT KOPI ARABIKA DAN ROBUSTA
Diskripsi Green
Bean Kopi Arabika Minang Talu
Proses pengolahan basah diawali dengan pengupasan kulit buah dengan mesin pengupas ( Pulper). Pengupasan buah kopi dilakukan dengan menyemprotkan air kedalam silinder bersama dengan buah yang akan dikupas. Aliran air berfungsi membantu mekanisme pengaliran buah kopi didalam silinder dan sekaligus membersihkan lapisan lendir
selanjutnya dilakukan proses fermentasi selama 12 sampai 36 jam. proses fermentasi dapat dilakukan secara basah (merendam biji kopi didalam genangan air) dan secara kering (tanpa rendaman air). Tujuan proses ini adalah untuk menghilangkan lapisan lendir yang tersisa pada lapisan kulit tanduk biji kopi setelah proses pengupasan.
Kemudian dilakukan pencucian buah kopi. Untuk kapasistas kecil,
pencucian dapat dilakukan secara manual didalam bak atau ember. sedangkan untuk
kapasitas besar perlu dibantu dengan mesin. setelah diangkat dari air, biji
kopi perlu dikeringkan. Proses pengeringan bisa dengan dijemur atau dengan
mesin pengering hingga memiliki kadar air biji 12 %. setelah kering, kupas
kulit tanduk yang menyelimuti biji kopi.
Pengupasan bisa dengan ditumbuk atau
dengan bantuan mesin pengupas (Huller). Hasil pengupasan pada tahap ini disebut
kopi biji beras. proses pengolahan dengan teknik full wash dilakukan untuk
mendapatkan seduhan terasa clean ( tidak ada citarasa selain kopi).
Pengolahan
ini umumnya dilakukan untuk kopi arabica karena biaya produksi proses basah
lebih mahal dibandingkan proses kering.
Biji Kopi Beras ( green bean)
Biji kopi kering diolah dengan menggunakan mesin pengupas kulit kopi yang permukaan bijinya sudah bersih dari lapisan kulit tanduk dan kulit ari sehingga diperoleh biji kopi yang utuh dengan kualitas terbaik atau grade A.
Pengujian mutu pada biji kopi dilakukan dengan dua cara yaitu uji mutu
fisik dan uji mutu cita rasa. Mutu fisik ditentukan berdasarkan jumlah nilai
cacat yang terdapat dalam biji kopi bersadarkan SNI ( Standar Nasional
Indonesia) sedangkan mutu citarasa ditentukan berdasarkan uji organoleptik atau analisis sensorial oleh panelis.
Biji kopi kering "Minang Talu Kopi" Memiliki rasa Herb, Spice, Orange, Juicy, Sweet, Grape,
Chocolate, Cinamon, Sweet and Clean dan Long After Taste ( uji organoleptik
atau analisis sensorial oleh Specialty Coffee Of Indonesia SCAI )
. Saat ini Minang Talu Kopi
memproduksi green bean, kopi biji sangrai dan kopi bubuk dalam berbagai ukuran
dan kemasan
Diskripsi Gula
Aren Semut
Gula Semut Rimbanusa Arenga dibuat melalui proses penguapan dari Nira Pohon Aren pilihan yang telah disaring sempurna. Diambil dan diolah dari petani tradisional dengan higienis, jadi bukan dari gula aren cetak yang di hancurkan jadi gula semut, Sehingga menghasilkan gula aren bubuk yang harum dengan butiran – butiran halus.
Dalam gula
aren terkandung inulin yang merupakan serat pribiotik yang baik untuk kesehatan
pencernaan.
Dengan
rasanya yang manis dan wangi Sangat baik untuk campuran minuman seperti kopi,
teh telur, buble drink dan aneka kue akan terasa lebih enak dan nikmat.